Sabtu, 06 Agustus 2011

Senjakala Gaza

Aulia Nurul Adzkia

datanglah sekali-kali ke negeri kami, Tuan.
negeri kami adalah negeri senja
ada banyak warna jingga di sana
tak hanya di waktu senja atau fajar saja
di setiap waktu akan tuan lihat warna itu di mana-mana.
warna ledakan. warna kobaran api.
bahkan warna air mata anak-anak kami
: senjakala kehidupan kami

bintang gemintang bertebaran di langit kami
seperti kembang api dengan indahnya menari
membakar rumah-rumah kami
meledakkan sekolah-sekolah kami
menghangusruntuhkan masjid-masjid kami

selalu ada hujan di negeri kami, Tuan
di negeri kami hujan telah berwarna merah
aneh bukan? ajaib bukan?
merah darah menggenang di jalan-jalan
anak-anak kami basah karenanya
hujan peluru. hujan batu. hujan puing-puing

bukan dengan tawa dan suka cita
anak-anak kami berhujan-hujanan
tapi dengan jerit tangis katakutan dan rasa sakit
bukan dengan susu dan madu
bayi-bayi kami menyesap payudara ibunya
tapi dengan darah dan air mata

belantara negeri kami adalah puing dan reruntuhan
tatap-tatap mata sayu mengintip meratapi pilu
dari sela dinding-dinding retak berdebu
pandangan yang mengabur
air mata bercampur darah
luka-luka yang menanah

datanglah sekali-kali ke negeri kami, Tuan
datanglah di waktu senja
: senjakala peradaban kami

Kolom Komentar

0 komentar:

Posting Komentar