Kamis, 04 Agustus 2011

Pedagang Tau Fu

By :
Ratu Bilqis

Ke pasar adalah salah satu pekerjaan yang paling ikhlas aku jalani. Karena, selain keluar rumah dan bertemu dengan banyak orang, juga seperti terapi otak kanan untuk menghayal yang kreatif sepanjang jalan tanpa terhalang dapur, sumur, dan muka nenek. Hehe, bercanda.

Pedagang sayur, bakul cuyuk, tukang koran itu semua sahabat baikku. Bagaimana tidak, setiap hari merekalah orang yang pertama kali menyapaku dengan ramah plus pujian Leng Loi. (walaupun itu adat negri ini) ^_^

Pagi ini aku menghapiri tukang tau fu, seperti biasanya aku pasti rame dipedagang manapun. Seperti suatu ketika dengan bakul cuyuk.

"Haci o em dung lei mai!" ancamku untu tidak pernah kembali lagi ketempatnya, saat dia menambahkan harga dari yang kusebutkan.

”eit, kolah-kolai...”

dia menarik tanganku dan akhirnya mau mengurangi timbangannya. Sudah kuduga, dia tidak akan rela kehilangan pelanggan sepertiku. ^_^

”wah, lei sik wa yan keh!”
”emsai kem lau lah, leng loi!”
Kujawab dengan lebih keras.
”Harus itu! Karena nanti aku juga kena marah bos, jadi sebelum aku kena marah, o lau lei sin!

Bakul cuyuk yang terdiri dari 6 orang, masing-masing membawa pisau gede dan mengkilat itu semua tertawa, ramekan?

Kembali ketukang Tahu!

Pagi ini dengan pelayan baru.

” lei yau mou puasa, leng loi?”

”Bagaimana kamu tahu kami mulai puasa hari ini?”tanyaku senang.

”O lokung Islam keh, lei ci emci a!”tangannya sambil memasukan tau fu dua iris kekantong plastik, yang terlebih dahulu diberi alas karton putih.

”Jadi sekarang kamu juga pusa donk?” telunjukku hampir menempel dikacamatanya.

”Aku ga kuat, ssst! mou kem tai seng, lokung cito wui lau sei o”dia berbisik seolah suaminya ada dihadapan dan bersiap memarahinya.

”Oh...kamu nakal ya!” aku sengaja mengeraskan suaraku.

Wanita Hong Kong itupun bercerita, padahal semalam sahur bersama suaminya. Tapi sekarang dia menunjukan Bak Pau dipojok tokonya.


”Am-am sikyun cou chan, baru selesai sarapan” Dengan PDnya!

Kolom Komentar

0 komentar:

Posting Komentar