dedaunan tumbuh sedemikian hijau, menutup setiap batang
ranting serupa brokoli yang bergerombol. Saat kemudian datang
kemarau, satu persatu helai-helai daun itu akan beranjak menjadi kuning layu,
untuk kemudian gugur perlahan melepaskan diri dari ranting penumbuhnya. Di
kemudian masa, dari seorang guru yang selalu dibalut
jilbab yang tidak terlalu lebar dan tidak pula terlalu ketat, seorang Cucun
Patonah, Ibu Cupa kami biasa menyebut wanita cantik dari parahiangan yang
membuat aku bercita-cita menjadi sepertinya, seorang guru biologi, mengatakan bahwa gugurnya daun-daun
itu adalah demi memberikan peluang tumbuh pada putik bunga yang sedang memulai
masa awal tumbuhnya. Pohon memberimu sebuah
pelajaran.
Daripadanya kau belajar bahwa proses gugur
daun itu tidak hanya sebagai penanda musim belaka, melainkan pemahaman tentang
arti saling berbagi waktu dan kepentingan demi menjalin kesinambungan
kehidupan. Memberi peluang bagi satu sama lain, masing-masing tumbuh menelusuri
jalur perjalanan sesuai garis alam hingga hidup terus berlanjut.
Di musim kemarau hujan
tak lagi datang, ketiadaan air tanah makin terbatas, sementara matahari kemarau
justru memaksimalkan penguapan pada setiap helai daun. Sementara putik-putik
bunga itu serupa bayi pembawa gairah hidup yang harus tetap tumbuh, maka
daun-daun memilih mengugurkan diri, demi supaya air tetap terbagi hingga
bunga-bunga itu mekar pada waktunya.
Selalu datang musim mekar
itu. Puncaknya adalah ketika daun-daun telah nyaris gugur seluruhnya. Tak ada
lagi gerumbul brokoli hijau pada ranting-rantingnya, melainkan
kelopak-kelopak bunga.
Kuntum-kuntum itu hanya
mekar dalam hitungan hari, untuk kemudian berjatuhan demi giliran mekar putik
bunga yang berikutnya.
Kolom Komentar
0 komentar:
Posting Komentar