By :
Anis Azizah
"Kace , aku ingin ngebunuh orang" aku baca pesan di YM itu dengan kepala penuh tanda tanya. Ada apa dengan cinta, eh salah maksud saya ada apa dengan salah satu adik tercintaku. Tak lama kemudian aku mendengar gaya khas nya saat bercerita , dengan ceplas ceplos dan semangat 45 .
Tak terasa air mata menetes tanpa permisi. Teringat ramadhan setahun lalu, dia yang selalu bekerja keras tak pernah mengeluh dengan segala pekerjaan yang ku bebankan padanya. Sehari bisa ku tlp 10 kali hanya untuk memastikan semua perfek. Jam 3 pagi masih semangat 45 ketika di ajak lembur. Yang paling susah banguun pagi. Dan saat aku menerima penghargaan bagian program, maka dia lah yang terlintas di benak saya " Dia yang seharus nya mendapatkan ini"
Hari ini kembali air mata saya tumpah , meski tidak sampai banjir tsunami. Saat salah satu Kakak terbaik kembali ke pangkuan pertiwi. Seseorang yang komplit buat saya...kadang bisa jadi ibu, kadang bisa jadi sahabat, lain waktu bisa jadi musuh bebuyutan. Tapi dia akan selalu ada saat saya membutuhkan.
Berikutnya airmata saya kembali mengalir menganak sungai saat teringat seseorang yang telah mengkhianati kepercayaan saya selama ini ( bukan pacar loo ^_^). Setiap hari di kepala saya yang ada setiap ingat dirinya " Kok bisa ya? ". Apa salah saya, kok tega ya. Seribu tanya yang tak pernah terjawab.
Mereka semua akan menjadi kenangan dalam hidup saya. Lantas apa yang terlintas di benak anda saat mendengar sebuah kata " Kenangan". Jawabannya mungkin Manis ingin merasakannya kembali, Pahit hanya tuk dijadikan Kenangan. Kemudian tentang artinya sendiri tergantung masing -masing dari kita bagaimana menyikapinya.
Setiap memasuki fase baru dalam kehidupan, pasti ada fase yang telah kita lewati sebelumnya. Baik itu bersama Keluarga, Teman, Sahabat, Suami ataupun manusia dan alam sekitarnya. Bohong banget kalau kita menyangkal dan berkata bahwa semua kenangan tidak penting.Adalah sangat amat penting untuk memberikan tempat ‘khusus’ kepada masa lalu dan kenangan, terlepas dari apakah itu kenangan indah atau kenangan tidak indah. Dan saya menyebutnya sebuah apresiasi. Untuk itulah kita wajib memaknai dan menghargai hidup dengan sebaik-baiknya.
Mengingat kembali kenangan membuat kita merasa hadir dan kembali ke masa-masa di saat kita menjalaninya dulu. Kita pun bisa belajar dari masa lalu agar tidak mengulang kesalahan yang sama yang mungkin pernah kita buat. Mengingat kesuksesan ataupun prestasi kita tentu akan membuat kita kembali semangat saat kita lagi down.
Ketika seseorang mengatakan: hei, aku teringat dulu aku pernah sama-sama belajar di pesantren dengan dia. Hei, dulu aku pernah suka padanya. Atau, hei kita kan pernah sama-sama kuliah di kampus itu. Terukir manis senyum di bibir yang mengilustrasikan bentuk kebahagiaan sekalipun itu pahit maka jika kita telah melewatinya akan terasa indah untuk dikenang. Mungkin sepanjang perjalanan hidup kita pernah ada orang- orang yang menjadikan dirinya batu pijakan sehingga kita bisa melangkah maju dan lebih jauh. Meski cuma batu kecil, namun keberadaannya mungkin telah menyelamatkan kita dari jurang kejatuhan yang melumpuhkan. Sayangnya, seringkali kita tak pernah menengok batu-batu pijakan itu dan melupakannya.
Saya ingat ada pepatah yang mengatakan bahwa kita tidak akan pernah tahu (menghargai) apa yang kita miliki sekarang sampai kita kehilangannya. Yang menjadi special meskipun kenangan itu buruk sekalipun namun kita tetap merasa indah bila mengenangnya adalah, “Karena kenangan tidak akan pernah terulang kembali dan akan mejadi batu loncatan untuk dapat hidup lebih maju di hari ini dan hari yang akan datang. Menjadi sebuah kenangan, history, yang akan melengkapi kekinian kita dan membekali masa depan kita”.
Antara Kenangan dan Taqdir tentu mempunyai hubungan yang sangat erat kaitannya bagi masa depan yang akan kita tempuhi. “Yesteday, Today and Tomorrow” mereka adalah satu saudara yang tak dapat terpisahkan oleh angin puting beliung sekalipun. Bagaimanapun manusia tidak akan pernah lepas dari masa lalu dan masa depannya. Toh manusia sudah ada garis hidupnya kan.., lantas bagaimana?
Firman Allah: Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi. Bahwasanya yang demikaan itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfudz). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (Al-Hajj: 70). Dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu’anhuma berkata, ”Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Allah telah menulis ketentuan seluruh makhluk sebelum menciptakan langit dan bumi selang waktu lima puluh ribu tahun.” (HR. Muslim). Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah adalah qalam (pena). Allah berfirman kepada qalam tersebut, “Tulislah”. Kemudian qalam berkata, “Wahai Rabbku, apa yang akan aku tulis?” Allah berfirman, “Tulislah takdir segala sesuatu yang terjadi hingga hari kiamat.” (HR. Abu Daud). Subhanalllah..
Dalil di atas menunjukan bahwa takdir segala sesuatu sudah ditetapkan Allah sebelum terjadinya segala sesuatu. sudah ditetapkan dan tidak akan berubah dalam dimensi Allah ( tidak satupun makhluk yang tahu termasuk Kontingen MalaikatNya sekalipun). Diantara bentuk ikhtiar ialah doa, dan dengan doa takdir dapat berubah, dengan berbuat kebajikan dan Saling menjalin silaturahmi antar sesama insan umur bisa bertambah panjang dan Pintu Rezki dibuka selebar-lebarnya.
Jangan pernah menyesal pada kenangan ataupun peristiwa apa saja yang pernah kita alami (sekalipun itu pahit), terhadap apa yang menimpa diri kita (sekalipun perih). Kata Nabi, “Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu. Dan minta tolonglah pada Allah dan jangan kamu malas. Apabila kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu berkata: ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah: ‘Qodarollahu wa maa sya’a fa’al’ (Ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya). karena ucapan”seandainya” itu akan membuka (pintu) setan.” (HR. Muslim)
Itulah takdir dalam dimensi manusia, sesuatu yang sudah dipastikan akan terjadi yang secara logika tak mungkin tertolak, misalkan ada orang yang sakit dan menurut dokter tinggal menunggu waktu saja ajalnya dan tidak mungkin disembuhkan lagi penyakitnya. Tapi, dengan doa dan ikhtiar yang tak putus siapa tahu terjadi keajaiban dan yang bersangkutan ternyata sembuh. Inilah maksud doa yang juga merupakan ikhtiar manusia mampu menolak atau merubah takdir. Dan sampai kedepannya menjelang hari kiamat, hidup kita masih bergantung pada Taqdir.
Masa Lalu, Masa Sekarang dan Masa yang akan datang akan menjadi tonggak awal untuk kita melangkah lebih Maju. Yakinlah, tidak ada taqdir yang kejam, jangan pernah sesali apa yang telah terjadi. Taqdir baik maupun taqdir buruk semuanya adalah baik untuk kita. Menjadi hamba yang taat pada Allah, menjadi yang terbaik untuk keluarga juga lingkungan . Bukankakh sabda RosuL, sebaik baik umat adalah yang bisa memberi manfaat untuk orang lain. Pun jangan berkecil hati meski kita hanya di manfaat kan orang lain. Berpositif thinking saja , berarti kita masih ada manfaatnya gitu looh.
Sejenak jadi berpikir , lantas seperti apa saya akan di kenang oleh mereka ?
Terimakasih untuk semua oarang yang telah masuk dalam kenangan ku ^_^
Kolom Komentar
0 komentar:
Posting Komentar