mendekatlah, kawan, duduklah
di sampingku masih ada bangku kosong
bukankah kita akan menuju ke arah yang sama?
mungkin kau akan turun terlebih dulu
kota tujuanmu tak sejauh kota yang kutuju
tapi selalu ada waktu untuk kita berbagi cerita
bertanya kabar berbagi bekal
perjalanan ini terlalu indah untuk kita nikmati sendiri, bukan?
ceritakan kepadaku tentang kota-kota yang pernah kau singgahi
tentang jalan-jalan melingkar yang menembus gedung-gedung
tentang taman-taman bergantung dan istana-istana kaca
kawan, aku hanyalah bocah kecil yang lahir di kaki bukit
dibesarkan di pesisir pantai berkawan ombak dan sampan nelayan
aku pasti akan senang sekali mendengarnya.
mendekatlah, kawan. duduklah
di sampingku masih ada bangku kosong
duduklah agar kita sama rendah
agar aku bisa memandang jelas wajahmu
mendengar dengan jelas isak tangis dari bibirmu
janganlah kau berteriak dari ketinggian sana
takkan ada yang mau mendengar
orang-orang telah disibukkan oleh mimpi-mimpi
dalam tidur mereka di kapas-kapas awan
suaramu hanya akan lenyap dibawa angin yang angkuh
akan kuceritakan kepadamu hutan-hutan yang pernah kujelalahi
tentang batu-batu yang setia mendengar gericik keluh sungai
tentang padang-padang rumput yang tabah menjadi alas kehidupan
duduklah di sampingku, kawan
masih ada bangku kosong. selalu ada bangku kosong
bukankah kita selalu menuju ke arah yang sama?
kita hanyalah bocah di waktu bermainnya
tak ada mainan, permainan pun bisa membahagiakan kita
kita bisa berlari berkejaran. saling berguling. saling berkelahi
dan ketika ibu telah memanggil pulang. semuanya usai
kita pun pulang dan lelap dalam mimpi kanak-kanak
tak ada dendam. tak ada sakit hati
janganlah berdiri di depanku
aku mungkin takkan bisa melihat apa yang kau lihat
mungkin kau akan menutupi apa yang ingin aku lihat
jangan pula berdiri di belakangku
aku pasti akan menutupi apa yang ingin kau lihat
pasti kau takkan bisa melihat apa yang aku lihat
duduk saja di sampingku, kawan
dan apa yang kaulihat, akupun akan melihatnya
karena dalam perjalanan ini kita adalah sama, kawan
kita adalah para pejalan menuju ke arah yang sama
usia memburu kita. kematian menunggu kita
tak ada salahnya kita berbagi cerita
berbagi keluh. berbagi mimpi
sesederhana itu
ya, sesederhana itu, kawan.
Kolom Komentar
0 komentar:
Posting Komentar